Kamis, 19 Januari 2012

Kumpulan Tubuh Tanpa Kepala : Hilangnya Akal Sehat

“…Apakah kita ingin menyingkirkan rasionalitas kita. Kembali hidup seperti makhluk primitif, saling membunuh dan tidak lagi menghargai nyawa manusia?...”

Jika tulisan ini sampai pada pembaca, maka itu berarti aku sudah berakhir di tiang gantungan hukuman mati atau aku sudah pergi meninggalkan penjara.

Aku ingin menceritakan secara singkat sebuah pergulatan hidup selama di penjara.
Penjara tersebut memiliki lorong yang panjang. Ujungnya gelap, lantainya dingin, dengan tembok yang penuh lumut. Suara rintihan terdengar mengerang dari sela – sela lubang pintu besi yang tebal dan berdiri angkuh. Bau anyir tercium. Amisnya darah yang sudah mengering. 

Aku sudah lama menghuni penjara ini. Tinggal sendiri didalam sebuah ruangan yang sempit dan gelap. Hidup bersama ketakutan dan kesepian. Bahkan kami berbicara dengan cara yang tak biasa dengan sesama penghuni penjara. Kami saling mengetuk dinding kamar. Entah bagaimana terbentuk semacam kesepakatan bahasa ketukan. Jumlah ketukan tembok mengandung makna tertentu. 

Tidak banyak yang bisa aku lakukan di penjara ini. Setiap hari aku hanya merenung dan menulis. Menuangkan segala kegelisahan. Pulpen dan kertas menjadi teman bicara yang setia, yang selalu mendengarkan tanpa pernah memberi jawaban. 

Mungkin kita sering mendengar tentang orang – orang besar dan berpengaruh yang namanya tercatat di dalam sejarah, mereka merupakan orang – orang lulusan universitas kehidupan yang dinamakan penjara. Mereka mendekam di dalam penjara selama bertahun – tahun. Namun tebalnya tembok penjara dan gelapnya ruangan yang mereka huni, tidak memadamkan api yang berkobar di dalam hati mereka. Pikiran mereka tetap memberikan pencerahan. Beratus – ratus halaman, berjilid – jilid buku mereka hasilkan selama di dalam penjara ataupun rumah tahanan. Seperti Nelson Mandela, Pramoedya Ananta Toer, Mahatma Ghandi, Soekarno, Adolf Hitler, Buya Hamka, Aung San Suu Kyi, dll. Dengan kata – kata yang mereka rangkai selama di dalam penjara, mereka meneytir emosi jutaan orang di luar sana. Melakukan perubahan dengan tinta. 
     

                           

Mereka adalah orang – orang yang pikirannya masih tetap terbuka dan api di dalam jiwanya tidak bisa dipadamkan dengan kekejaman penjara, orang - orang yang jiwanya tetap bebas di dalam kondisi yang tertekan. Namun kita menyaksikan, banyak pula orang – orang yang hidupnya bebas di luar penjara, tetapi jiwa dan pikirannya terpenjara dengan kebodohan. Kau tahu sobat, seharusnya kita tidak terpenjara oleh kefanatikan kita, harta benda kita, kesombongan kita, kejumudan kita. Kita harus menjadi manusia – manusia bebas. Merawat kebebasan dan membawa pencerahan.      

Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana kabarnya dunia luar. Apa yang terjadi terhadap segala hal, selama aku di penjara ini. Aku sudah merindukan siraman sinar matahari. Bagiku, siang dan malam sama saja. Karena sepanjang hari hanya kegelapan yang aku saksikan. Melihat sinar matahari yang lolos melalui celah atap yang bolong saja sudah beruntung.

Aku sudah tidak bisa mengingat sudah berapa lama mendekam di dalam penjara ini. Tidak ada kalender di tembok. Hanya jam dinding saja yang detakan jarumnya berbicara bahwa waktu terus berjalan, berjalan maju menuju masa depan. Aku rasa sudah banyak perubahan di luar sana. Aku terkadang hanya tahu musim apa sekarang, melalui menu makanan yang disediakan oleh sipir penjara. 

Hal yang mungkin aku ingat, bahwa sesuatu yang licik telah membuatku mendekam di penjara ini. Aku telah dijebak pada peradilan palsu. 

Aku merasa masih sangat beruntung, karena dapat menikmati santapan makanan yang disediakan. Temanku yang ada di ruangan sebelah sudah menyantap banyak tikus yang berkeliaran di penjara ini, entah karena masih lapar atau tidak berselera dengan menu yang disediakan penjara atau bahkan ia tidak mendapatkan jatah makanan. Aku tidak bisa membayangkan apa yang ia rasakan selama ini. 

Oh… kemanusiaan, telah dipasung dan pada akhirnya dipancung. Seperti terpidana mati yang aku saksikan dulu, kepalanya dipancung, setelah itu menggelinding, mukanya sudah dingin tanpa nyawa. Tidakkah mereka menghargai kehidupan ? Setiap manusia lahir dengan hak dasar. Hak untuk hidup, hanya Tuhan yang berhak menghilangkan nyawa manusia. Mereka yang membunuh telah melanggar kedaulatan Sang Arsitek alam semesta. Mereka kenakan baju Tuhan : kesombongan. Sang raja yang penuh dusta pada akhirnya akan roboh.
Kami harus menyaksikan kejadian horror itu, ekseskusi mati, setiap pelaksanaannya. Mungkin untuk menteror mental kami. Desas desus yang beredar bahwa narapidana yang ada akan dipilih secara acak untuk dibunuh. Karena penjara penuh, maka kamar harus ada yang kosong demi narapidana yang baru masuk. Narapidana yang mati dibunuh itu mayatnya entah dikubur dengan cara yang baik atau dagingnya dijadikan santapan penjara. Kami tidak tahu. 

Di penjara mereka bisa mengurungku secara fisik, tapi mereka tidak akan pernah bisa mengurung imajinasiku. Aku menguasai dunia dengan imajinasiku, bereksperimen dengan imajinasiku, mencari kebebasan & kemerdekaan. Selama ada buku dan pulpen ini, aku terus menulis, mengembangkan imajinasiku, memperluas cakrawala, menuangkan perenungan, menelurkan pemikiran & gagasan. Aku tidak pernah terpenjara karena aku tetap bebas berpikir dan kelak jika aku mati, pemikiranku tidak akan mati. Apa yang sudah kutulis akan berbicara lebih lantang sepeninggalanku. 

Kita tidak akan pernah bisa mengejar kebebasan & kemerdekaan. Karena kebebasan bukan di luar sana melainkan berada di dalam diri kita masing – masing. Ciptakanlah makna kehidupanmu sendiri, maka kebahagiaan akan mengikuti serta merta kebebasan  & rasa merdeka. Dimanapun kita berada.

“Kita adalah serigala bagi diri kita sendiri. Seorang manusia yang hebat bukanlah mereka yang dapat menakuti orang sekampung, menghilangkan nyawa manusia, atau mengobarkan peperangan. Tetapi mereka yang dapat menguasai dirinya sendiri. Mengalahkan rasa takutnya dan mengatur amarahnya. Musuh setiap manusia ada didalam diri mereka sendiri. Bahkan perbudakan terbesar dalam sejarah peradaban manusia bukanlah perbudakan oleh orang kulit putih kepada orang kulit hitam, ataupun perbudakan bangsa barat kepada bangsa timur. Melainkan perbudakan oleh nafsu terhadap jiwa – jiwa manusia. Nafsu untuk berkuasa, memiliki harta benda, membunuh, merampas dan lain sebagainya. Perbudakan oleh kefanatikan. Kefanatikan kita terhadap sesuatu yang kita yakini benar hingga menjadi alasan untuk membunuh.

Waktu Berlalu.....

Pada akhirnya aku keluar dari penjara. Pada hari, tanggal, bulan dan tahun yang sudah tak kuhafal. Namun sekarang tak ada lagi tujuan berpulang, rumah ataupun keluarga. Kini aku menjadi anak semua bangsa yang tinggal di bumi manusia. Kemudian menyusur segala penjuru dunia. Menapak kaki pada tanah yang basah. Merasakan siraman sinar matahari yang hangat. Udara yang kuhirup adalah nafas kebebasan.   
Berjalan – jalan
Berpeluh – peluh
Berkilo – kilometer

Keringat menetes
Tubuh yang ringkih
Terpanggang terik matahari

Baju lusuh
Tas rusak
Menemani

Mata yang kosong makna
Menatap dengan pesimisme
Kekecewaan yang dalam
Atas pertanyaan yang tak terjawab
Dan pencarian yang tak pernah selesai :
“Kenapa Tuhan menciptakan manusia ?”
“Apa yang ada di dalam pikiran-Nya ?”

Hotel Prodeo : Penjara
Darimana seorang anak manusia lahir?
Dari rahim ibunya
Seorang pelacur melahirkan anaknya
Dari seorang Bandar narkoba, penjudi sekaligus pemabuk
Yang membungkam hukum dengan Tuhannya, uang
Konon penjara adalah tempat pemberhentian terakhir bagi karir para penjahat
Setelah itu mereka taubat kembali pada jalan yang benar
Tapi lidah tak bertulang, janji tinggallah janji
Hukum adalah ilusi bagi mereka yang berimajinasi
Tentang kehidupan yang sejahtera
Negeri khayalan yang tak pernah ada
Lalu bila uang yang berbicara
Moral diruntuhkan dengan cara yang hina

Ketika sudah tidak ada lagi tempat yang nyaman untuk berteduh. Pun seseorang untuk teman bicara. Ketika sudah merasa terjepit. Kita harus memikirkan diri masing – masing. Bukan masalah individualistis bung, tapi mempertahankan kehidupan. Karena negara sudah tidak dapat mengayomi. Mereka hanya menjadi mesin pembunuh. Harapan akan perubahan sudah dimatikan. Cahaya kebebasan sudah dipadamkan. Hanya lilin kecil yang kita pegang masing – masing. Itulah cahaya yang akan menjadi teman perjalanan hidup kita.

Mungkin bersambung, kalau ada ide, waktu & umur.... :P

Selasa, 17 Januari 2012

Loneliness is Sexy

Jangan kau ratapi si putra malang
Yang duduk sendiri di pinggiran laut mati
Melihat matahari tenggelam di Mediterania
Menyusuri tempat – tempat tanpa kerabat
Karena hidupnya tiada jalan pikiran yang berketatapan

Senin, 09 Januari 2012

Manusia Paling Berkuasa Di Planet Bumi


Dalam wawancara dengan majalah Rolling Stones (2008), vokalis band rock Coldplay asal Inggris , Chris Martin, mengatakan, warga seluruh dunia seharusnya dilibatkan dalam setiap pemilihan presiden Amerika Serikat. Pasalnya, kebijakan presiden AS secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh pada kehidupan semua orang di planet ini. (Kompas, 8 Januari 2012)
 
Presiden AS merupakan manusia paling berkuasa di planet bumi. Bagaimana tidak, seorang manusia yang memiliki kendali penuh atas 5.735 hulu ledak nuklir yang tersebar di seluruh dunia, memerintah 13 buah kapal induk yang 11 di antaranya bertenaga nuklir, stand by di berbagai samudera, siap melakukan serangan kilat ke seluruh titik manapun di muka bumi. Berbagai pesawat mata-mata, pesawat siluman, satelit yang menjadi 'big brother' terus mengamati setiap pergerakan di planet bumi, organisasi intelijen yang dilengkapi peralatan canggih ala film - film Hollywood James Bond. Serta berbagai kekuatan militer lainnya yang tak tertandingi.

Tahun ini AS akan mengadakan pemilihan presiden. Masyarakat internasional menunggu siapakah manusia selanjutnya yang akan berkuasa di satu-satunya 'negara imperium' di dunia sekarang ini ? Dan berharap bukan orang gila yang akan mengobarkan perang, menumpahkan darah dan merusak tatanan alam planet bumi. 

Jumat, 06 Januari 2012

Islandia

Kalau saya ditanya : “jika ada kesempatan kedua untuk dilahirkan, mau jadi warga negara mana atau setidaknya mau tinggal di mana ?
Saya akan menjawab : “Islandia.”

Alasannya ada di majalah Tempo edisi  24-30 Oktober 2011 --->

Rakyat Islandia dikenal getol membaca. Hampir setiap rumah punya perpustakaan pribadi. Dari 12.000 judul buku, 2,5 juta jilid buku habis dilahap penduduknya. Toko buku disana tutup lebih lama dari mall. Jam 10 malam baru tutup. Bahkan di toko swalayan kita dapat dengan mudah menemukan buku. Pajak buku di sana juga mura, hanya 7 persen. Kota Reyjavik di Islandia dinobatkan sebagai kota sastra oleh UNESCO. I love this country !

Senin, 02 Januari 2012

Kiamat 2012


Banyak orang percaya umat manusia akan terbangun dari mimpi buruknya di pagi hari tahun 2012, menyaksikan dunia akan kiamat. Tetapi menurut saya itu hanyalah khayalan tingkat tinggi oleh mereka yang diuntungkan, suatu bentuk strategi hollywood untuk melariskan film buatannya yang berlabel 2012 dan juga buku - buku yang membahas ramalan kiamat 2012. Alat untuk menghipnotis, mengontrol pikiran kita agar menjadi manusia pesimis dan kehilangan harapan.


Minggu, 01 Januari 2012

Kerja Keras

Lawan kalimat "Semudah membalik telapak tangan" adalah "sesulit kecoak membalik tubuhnya yang terlentang".

Pembaca yang budiman, jadilah seperti kecoak yang selalu berjuang untuk mengembalikan kondisi tubuhnya yang terbalik dengan segenap perjuangan.

Sabtu, 31 Desember 2011

Tugas Akhir Tahun 2011

Makan jadi gak enak
Tidur jadi gak nyenyak
Mandi jadi gak segar
Gara-gara tugas makalah dan lain-lain
Tahun 2011 berpamitan dengan cara yang tak ramah
Aku pun merasa payah lalu pasrah dan hanya bisa mendesah
Ah... Makalah memperkosa

Terus bercumbu dengan buku - buku dan lepi (laptop) untuk mengerjakan makalah
Rindu belaian....
Seperti pelaut yang tak pulang....
Kesepian di atas kapal....

Kemana perahu rakit ini berlabuh...
Sejauh mata memandang hanya gelap pekat dan gulungan ombak
Terombang-ambing pada ketidakpastian

Kuli-kuli intelektual kejar setoran
Demi tahun baru yang tenang

Minggu, 25 Desember 2011

Menanti Sang Juru Selamat

Bilamana matahari masih di peraduan
Langit gelap gulita
Manusia tertidur lelap 
Bersyukurlah mereka yang terjaga
Karena akan datang seorang pria
Dari menara putih sebelah timur damaskus
Maka dunia bersuka cita
Karena nestapa akan segera sirna
Juru selamat telah tiba
Langit cerah bersama senyum yang merekah
Digenapi sudah ramalan akan masa depan
Janji Tuhan telah turun, menyapa jiwa – jiwa yang sepi makna

Bunyi lonceng gereja
Suara adzan masjid
Terompet yahudi
Saling bersahutan
Putra sang perawan itu telah kembali
Saat masa pergolakan sudah pada puncaknya
Ketika debu dan duka sudah bertakhta
Era kekuasaan sang mesias palsu di atas bukit sion 
Burung - burung mewarta kabar
Melintas benua yang lebur dalam kobaran perang 
Samudera yang keruh darah dan mayat yang tergenang 
Pegunungan yang gundul terbakar 
Gurun pasir yang gersang
Hingga lembah yang sepi
Es musim dingin telah meleleh, kehangatan musim semi telah tiba
Dia datang.. Dia datang...
Berjalan bersama ribuan manusia 
Menuju kota suci tiga iman
Sesampai tembok ratapan
Meruntuhkan kesombongan & manipulasi yang berdiri mengangkang selama ribuan tahun
Menunjukkan kebenaran yang telah ditutupi dengan dusta dan genangan darah
 
Akankah umat manusia bersatu
Bergandengan tangan di dalam kasih, saling memahami di dalam perbedaan
Saling melempar senyum  bukan melempar peluru
Tidak ada lagi darah tertumpah karena perselisihan
Lalu akan datang sebuah tatanan dunia baru yang akan kita sambut bersama
Kita masih terus menunggu
Di dalam gelap, kepalsuan dan kepedihan
Berharap cahaya lilin itu datang
Membimbing pada altar pencerahan
Cahaya keabadian
Agar umat manusia yakin bahwa Tuhan tidak pergi meninggalkan dunia ini di dalam penderitaan


Kamis, 22 Desember 2011

Inferiority Complex

Sometimes, i feel like useless man
There's no reason for me to live
Speechless and lonely
It's like inferiority complex
Have no advantage for the people around, for the environment

And than i hate myself and i want to die, closing all my fucking life


When looking at the mirror
I don't want to look at myself
I hate the man that reflected in the mirror
I want to spit on that face

I want to hurt myself
Felt the blood drain out
And time is running slow
Feel the pain


I just useless junk
Only a coward
The loser in the competition of life
Die with my
megalomaniac dreams
Just daydreaming without realization 
Living alone with no one accompanying
Go anywhere without being asked by anyone
Being asshole who lost in the river hypocrisy
Looking for a challenge in life or just a loser
Being a bastard who abandoned
And have no friends or relatives who accompany
Since the last loyal friend has been murdered


Most live in an imaginary world
Running from reality


Those moments come and go
Happiness and sadness change in cycle

When sadness come
I feel like to shouted loudly in the quiet woods
Break the glass with my hands
Fall from highness
Blow up my head
Throw out all the things on it

Then start a totally new life
Start over 
In the darkness, lonely, hungry and cold
I need a candle light that guides me to His path
I ask : "Why God created human ? What behind God's mind ?"



Selasa, 20 Desember 2011

Kim Jong Il Wafat


Kemarin pagi, Senin, 19 Desember 2011, dunia mendengar kabar kematian pemimpin besar Korea Utara, Kim Jong Il. Sontak terjadi suka dan duka yang meluap-luap secara bersamaan. Foreign Policy Magazine menyebut Korea Utara sebagai 'The Land Without Smile'. Hari berkabung nasional ditetapkan sampai tanggal 29 Desember. Pakaian serba hitam dan derai air mata mewarnai suasana masyarakat Korea Utara. Pemimpin negara bagi mereka adalah segalanya, harga diri dan Tuhan mereka. Sesuatu yang dipuja setiap saat. 

Foto yang diambil dari siaran Televisi KRT memperlihatkan jenazah dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-il yang disemayamkan di Istana Kumsusan di Pyongyang
 Kesedihan rakyat korut :
Saat ini yang dikhawatirkan oleh masyarakat internasional adalah isu suksesi kepemimpinan. Apakah akan berjalan sukses kepada anak bungsu Kim Jong Il, yang sudah dipersiapkan, yaitu Kim Jong Un, atau akan terjadi instabilitas jika suksesi berjalan tidak mulus. Apalagi mengingat, korut memiliki rudal Taepodong 2 yang memiliki daya jelajah sampai ke Hawai, AS. Tentunya hal tersebut telah memicu ketegangan di kawasan Asia Pasifik. Tak terkecuali China & Rusia, sebagai sekutu terdekat korut, yang dilanda kekhawatiran, apakah korut akan mengalami unifikasi dengan korea selatan dan jatuh ke tangan AS. Seperti yang kita ketahui bersama selama ini bahwa pangkalan militer AS sudah didirikan di sejumlah kawasan di Asia Pasifik, sebagai bentuk penangkalan terhadap pengaruh China yang kian mencemaskan AS. 
Kekuatan rudal korut
Simbol kebencian korut terhadap negara - negara barat, terutama Amerika Serikat

Parade militer korut :


Kematian Kim Jong Il tak kurang menguras perhatian perdagangan saham di kawasan Asia Pasifik. Bursa saham Tokyo, Jepang, indeks Nikkei 225 turun pada pertengahan transaksi sesi pertama turun sebesar 0,8 persen. Di Indonesia, indeks harga saham gabungan di BEI melemah tipis 0,23 persen ke level 3.759,79 pada sesi pertama perdagangan. Bursa Korea Selatan pun tercatat jatuh 5% dan mata uang Won jatuh sebesar 1,8% akibat penguatan dolar AS, karena adanya pengalihan aset para investor ke dollar AS.

Pada tahun 1994, ketika kematian ayah Kim Jong Il, yaitu Kim Il Sung, ada sebuah peristiwa yang cukup konyol dan berlebihan. Diberitakan oleh Agence France Presse bahwa tentara korut disebar dan setiap jarak 4 meter selalu ada tentara. Tujuannya bukan semata-mata posisi siaga satu pasca kematian sang pemimpin, tetapi untuk melihat jika ada orang yang tidak berduka. Sehingga terjadi penangkapan beberapa warga korut, hanya karena ia tak berduka. Begitu hebatnya propaganda dan kesetiaan Korea Utara terhadap pemimpin mereka.
Korut adalah salah satu negara termiskin di dunia, dari angkasa dapat dilihat bagaimana listrik, sebagai salah satu simbol pembangunan, sangat minim di korut
Kim Jong Il (kanan) dan sang ayah, Kim Il Sung
Kim Jong Il dan Kim Jong Un